You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Normalisasi Saluran PHB Pinang Kali Jati Dimulai
photo Suparni - Beritajakarta.id

Normalisasi Saluran PHB Pinang Kali Jati Dimulai

Satu unit eskavator sudah tiba di Jalan Melati III, RT 09/02, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Normalisasi saluran penghubung (PHB) Pinang Kali Jati dimulai hari ini.

Hari ini akan melakukan pemompaan air empang dan kali dulu baru mengeruk empang untuk dijadikan tadah air

Pengerukan dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor lagi yang terjadi beberapa waktu lalu di permukiman sekitar saluran PHB tersebut. Bahkan untuk bisa mengirim eskavator ke lokasi, Pemerintah Kota Jakarta Selatan harus membongkar sementara beberapa rumah agar akses jalan lebih lebar.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan, Holi Susanto mengatakan, jika tidak ada kendala, hari ini alat berat tersebut sudah dapat difungsikan untuk penanganan longsor Pondok Labu.

Akses Jalan untuk Normalisasi Saluran PHB Pinang Dibuat

"Hari ini akan melakukan pemompaan air empang dan kali dulu baru mengeruk empang untuk dijadikan tadah air. Setelahnya baru pengerukan di saluran penghubung Pinang Kali Jati," ujarnya, Sabtu (10/9).

Selain pengerukan, perbaikan turap juga akan dilakukan. "Untuk pengerukan sekitar 1-1,5 meter. Kalau terlalu dalam khawatir turap menggantung dan akan ada ambrol susulan, jadi perlu berhati-hati dalam penanganan ini," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5847 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2359 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2110 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1701 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1606 personNurito