You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
pemudik terminal menumpuk
photo Doc - Beritajakarta.id

Calon Penumpang Menumpuk di Terminal Tanjung Priok

Bus-bus yang akan mengangkut mereka terjebak macet akibat amblasnya Jembatan Comal di Pemalang

Ratusan calon penumpang bus tujuan luar kota tampak menumpuk di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penumpukan calon penumpang tujuan Kuningan, Slawi, Tegal, Purwokerto, Pemalang, Malang, Madura, Rangkas, Merak, Bandung, dan Bogor ini dikarenakan bus terlambat masuk terminal karena amblasnya Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah.

Terminal Bayangan Mulai Marak

“Bus-bus yang akan mengangkut mereka terjebak macet akibat amblasnya Jembatan Comal di Pemalang,” ujar Alfred, Kepala Terminal Tanjung Priok, Minggu (20/7).

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang yang lebih banyak lagi, kata Alfred, pihaknya meminta pihak PO Bus menyediakan bus pengganti yang bisa mengangkut para calon penumpang yang sudah menunggu sejak pagi tadi. “Kami berusaha untuk menghindari penumpukan penumpang lebih banyak lagi, dengan meminta pihak bus menyediakan bus pengganti,” katanya.

Junaida (30), calon penumpang mengaku sudah menunggu sejak pukul 08.00. Ia bersama suami, orangtua, dan anaknya yang masih balita akan mudik ke Sumenep, Madura. "Saya sudah menunggu dari pagi. Katanya, bus sebentar lagi datang, masih dalam perjalanan. Tetapi hingga kini bus belum juga datang," keluhnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5198 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1836 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1774 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1724 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1564 personAnita Karyati