You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pembangunan Waduk Marunda Terkedala Tanah Yang Belum Dibebaskan
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Pembangunan Waduk Marunda Terkedala Pembebasan Lahan

Pembangunan Waduk Marunda di RW 02, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara terbengkalai. Hal itu dikarenakan masih ada sekitar 20 bidang tanah yang sampai saat ini belum dibebaskan.

Yang saya tahu, masih ada sekitaran 20-an bidang tanah yang belum dibebaskan. Kami bingung itu tanah milik siapa

Lurah Marunda, Hilda Damayanti mengatakan, pemilik tanah sulit ditemukan. Sedangkan menurutnya, ada sekitar tiga bangunan yang harus dibongkar. Kondisi seperti itu yang membuat pihaknya tidak bisa sembarangan melakukan tindakan.

"Yang saya tahu, masih ada sekitaran 20-an bidang tanah yang belum dibebaskan. Kami bingung itu tanah milik siapa. Jadi memang ada sekitara tiga bangunan harus dibongkar, hanya saja nggak bisa main datang lalu bongkar," kata Hilda, Sabtu (24/9).

Pembangunan Kampung Deret Terkendala Aturan

Menurut Hilda, Pemerintah Kota Jakarta Utafa masih mencari pemilik bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sementara bidang tanah yang diketahui pemiliknya juga sedang dalam pembahasan pihaknya dengan instansi terkait.

"Rencananya tahun ini selesai untuk masalah bidang tanah yang akan dibebaskan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5313 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1854 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1785 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1784 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1586 personAnita Karyati