You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kembali, Pembangunan Waduk Rambutan Terkendala BBM
photo Nurito - Beritajakarta.id

Alat Berat di Waduk Rambutan 1 Berhenti Beroperasi

Pembangunan proyek Waduk Rambutan 1 di Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur kembali mangkrak. Penyebabnya, sejumlah alat berat di lokasi tak bisa beroperasi karena tidak adanya pasokan solar.

Sejak hari Jumat solarnya belum turun, jadi tidak bisa beroperasi

Pantauan Beritajakarta.com, empat alat berat yang terdiri dari dua amphibi long arm, satu unit kong arm standar dan satu unit arm di waduk tersebut teronggok.

Yayat (37), warga sekitar mengatakan, empat alat berat ini sudah tak beroperasi sejak Jumat (14/10) lalu. Padahal alat berat itu biasanya selalu beroperasi melakukan pengerjaan di areal waduk.

Pembangunan Waduk Rambutan 1 Butuh Penambahan Alat Berat

"Saya tidak tahu penyebabnya," katanya, Senin (17/10).

Saat dikonfirmasi, Pengawas Proyek Waduk Rambutan 1, Marudin menjelaskan tidak beroperasinya empat alat berat ini karena pasokan solar belum juga datang. Diduga keterlambatan pasokan tersebut terjadi akibat masalah administrasi.

"Sejak hari Jumat solarnya belum turun, jadi tidak bisa beroperasi," akunya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tata Air DKI, Teguh Hendarawan menampik jika alat berat di Waduk Rambutan 1 tidak bisa beroperasi lantaran tidak adanya pasokan solar. Pembangunan proyek tersebut dipastikan tetap akan berjalan normal.

"Saya akan cek dulu. Setahu saya proyek itu jalan terus kok," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11190 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1338 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1268 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1264 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye982 personBudhi Firmansyah Surapati