You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hari Pertama Kerja, Soni Belum Layani Aduan Warga
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Plt Gubernur DKI Buka Pengaduan Masyarakat Secara Langsung

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Sumarsono yang akrab disapa Soni akan tetap meneruskan kebiasaan dari Basuki Tjahaja Purnama yang setiap hari menerima langsung pengaduan dari masyarakat.

Saya tunggu, tiap hari saya tunggu sampai jam 10. Kalau nggak ada saya akan lakukan kegiatan lain. Supaya waktu itu optimum

"Saya tunggu, tiap hari saya tunggu sampai jam 10. Kalau nggak ada saya akan lakukan kegiatan lain. Supaya waktu itu optimal," ujarnya, Jumat (28/10).

Selain menerima pengaduan langsung, dirinya juga membuka aduan melalui pesan singkat yang selama ini juga sudah dilakukan. Dirinya akan menyebar nomor teleponnya juga untuk menerima pengaduan warga.

Soni Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk PNS DKI

"Lain-lainnya bisa komunikasi lewat handphone, asalkan bukan telpon. Tapi kalau sms apa saja saya open, WA nomor bisa di-share kepada siapa saja. Selama positif nanti saya berikan nomor handphone yang bisa dishare ke publik nanti saya jawab sendirian," tandasnya.

Pantauan Beritajakarta.com, hari ini hanya ada beberapa warga yang datang untuk mengadukan permasalahannya. Namun warga tidak sempat bertemu dengan Soni. Mereka langsung menghampiri loket yang ada di sebelah kanan Pendopo Balai Kota DKI.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1172 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati