You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
72 Ton sampah Diangkut Dari Kali Banjir Barat
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Hujan, Sampah di KBB Capai 72 Ton

Sebanyak 72 ton sampah diangkut petugas UPK Badan Air Kecamatan Tambora dari jaring sampah di Kali Kanal Banjir Barat (KBB), Season City, Jembatan Besi, Jakarta Barat. Umumnya sampah yang diangkut berupa sampah potongan bambu dan sampah rumah tangga.

Banyaknya sampah potongan bambu dan sampah rumah tangga dibawa dari aliran kali dari Kampung Melayu-Tanah Abang

Sahbani (47), pemantau UPK Badan Air Kecamatan Tambora mengatakan, aliran kali ini melintas dari Kampung Melayu-Tanah Abang terus mentok di Season City. Sebanyak delapan truk jenis tipar dikerahkan untuk mengangkut sampah. Untuk mempermudah pengambilan sampah di sungai, disediakan dua unit eskavator.

“Banyaknya sampah potongan bambu dan sampah rumah tangga merupakan dampak dari hujan,” ujar Sahbani, Selasa (8/11).

Kali Ciliwung di Gunung Sahari Bersih dari Sampah

Setiap hari, sambung Sahbani, lima petugas UPK Badan Air Kecamatan Tambora ditempatkan di lokasi untuk menjaring sampah di KBB. Biasanya petugas hanya mengangkut sekitar delapan ton, tapi kali ini sebanyak 72 ton.

“Artinya ada peningkatan volume sampah yang sangat signifikan. Untuk tetap menjaga kali tetap bersih dan air mengalir lancar, maka kami bersihkan,” tandas Sahbani.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1200 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1188 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye984 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye954 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye862 personBudhi Firmansyah Surapati