You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
“ Keberadaan lapak PKL pada dua lokasi jalan tersebut sudah sering kami tertibkan. Namun, tetap saja
photo Doc - Beritajakarta.id

Satpol PP Bongkar 25 Lapak di Palmerah

Untuk menegakkan aturan serta ketertiban lingkungan, Satpol PP Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat membongkar 25 lapak pedagang kaki lima yang berderet di sepanjang Jl Anggrek Rosliana II dan Rosliana III.

Penertiban akan terus kami lakukan hingga seminggu kedepan. Tindakan itu kami lakukan agar wilayah Kecamatan Palmerah tertib dan tertata dengan baik

Camat Palmerah Agus Triyono mengatakan,  penertiban 25 lapak yang digunakan untuk berjualan makanan, minuman dan buah-buahan itu demi penataan lingkungan yang  tertib, indah dan teratur.

“Keberadaan lapak PKL pada dua lokasi jalan tersebut sudah sering kami tertibkan. Namun tetap saja tidak jera, sehingga hari ini kembali kami lakukan penertiban dengan membongkar sebanyak 25 lapak,” ujar Agus, Selasa (5/8).

Ratusan PKL Bendungan Melayu Ditertibkan

Agus menjelaskan, dalam penertiban lapak semi permanen tersebut, pihaknya mengerahkan 60 petugas Satpol PP.  Tidak ada perlawanan yang dilakukan para pemilik lapak. Pasalnya, sebelum Ramadhan, pemilik lapak telah diberitahu adanya pembongkaran.

Namun sayangnya, hingga H+7 Lebaran pemilik tidak kunjung membongkar lapaknya sendiri. Mereka malah tetap nekat berjualan. “Penertiban akan terus kami lakukan hingga seminggu kedepan. Tindakan itu kami lakukan agar wilayah Kecamatan Palmerah tertib dan tertata dengan baik,” tegas Agus.

Menurut Agus, selain dua lokasi tersebut, dalam waktu dekat juga akan dilakukan penertiban PKL di Jl KS Tubun, Palmerah Utara dan kawasan Slipi.

Penertiban juga dilakukan pihak Kecamatan Cengkareng. Sebanyak 20 lapak PKL yang berdagang buah-buahan, makanan dan lain sebagainya di sepanjang Jl Bangun Nusa, Kelurahan Cengkareng Timur dibongkar petugas.

Misran (47), pemilik warteg yang lapaknya ikut dibongkar, tampak pasrah melihat warung nasinya rata dengan tanah. “ Saya baru empat hari ini kembali berjualan setelah pulang kampung untuk Lebaran di Tegal. Memang sebelum bulan puasa sudah ada surat dari pihak kelurahan untuk segera membongkar sendiri. Tapi, karena bulan puasa, terus Lebaran pulang kampung jadi nggak sempat. Makanya sekarang dibongkar paksa petugas,” ujarnya sedih.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4997 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye3000 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1798 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1786 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1748 personNurito