You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga Diresahkan oleh Banyaknya Unggas di Permukiman
photo Doc - Beritajakarta.id

Warga Diresahkan oleh Banyaknya Unggas di Permukiman

Warga yang bermukim di RW 04, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja diresahkan oleh maraknya unggas yang berkeliaran di permukiman mereka. Untuk itu, warga berharap pihak terkait segera melakukan penertiban.

Hewan peliharaan tersebut dibiarkan berkeliaran, terutama burung merpati. Selain bisa menyebabkan penyakit

Dumaria (47), warga RT 04/04, Kelurahan Tugu Selatan mengatakan, jumlah unggas yang berada di kawasan pemukiman ini mencapai ratusan. Sehingga, sanggat dikhawatirkan rentan memicu merebaknya virus flu burung.

"Hewan peliharaan tersebut dibiarkan berkeliaran, terutama burung merpati. Selain bisa menyebabkan penyakit, kondisi ini juga menyebabkan lingkungan menjadi kumuh," keluh Dumaria, Kamis (12/1).

183 Unggas Disita dari Permukiman di Menteng

Menurutnya, warga sudah meminta kepada lurah dan camat untuk melakukan razia, Namun, hingga saat ini belum dilakukan tindak lanjut.

Camat Koja, Yusuf Madjid membenarkan terkait laporan warga tersebut. Pihak kelurahan juga telah menyampaikan, unggas yang ada cukup banyak dan harus segera ditangani.

"Untuk itu, kami segera melayangkan surat dan meminta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) segera melakukan sweeping," ujar Yusuf.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2195 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1156 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1076 personAnita Karyati
  4. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1074 personNurito
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1036 personFakhrizal Fakhri