You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bantuan Korban Banjir Cipinang Melayu Didistribusikan
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Bantuan Korban Banjir Cipinang Melayu Didistribusikan

Hingga pagi ini, masih sekitar 300 dari 2.000 warga RW 03 dan 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur korban banjir yang bertahan di lokasi pengungsian. Bantuan makanan dan logistik lainnya pun sudah didistribusikan.

Sejak semalam kita sudah berikan makanan siap saji. Bantuan dari berbagai pihak seperti PMI dan Sudin Sosial juga sudah masuk

Lurah Cipinang Melayu, Angga Sastra Amijaya mengatakan, sebanyak 285 pengungsi dari wilayah RW 04 masih bertahan di Masjid Universitas Borobudur. Sedangkan di kantor Pos RW 03, terdapat 15 jiwa.

"Sejak semalam kita sudah berikan makanan siap saji. Bantuan dari berbagai pihak seperti PMI dan Sudin Sosial juga sudah masuk," ujarnya, Senin (20/2).

Pemkot Jaktim Waspadai Banjir Cipinang Melayu dan Kampung Rambutan

Selain itu, pengungsi sudah dibagikan terpal alas tidur dan berbagai kebutuhan lain. Namun pihaknya masih membutuhkan popok dan susu balita sebab sekitar 50 di antaranya merupakan pengungsi usia balita.

Ketua RW 04 Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi mengatakan, saat ini ketinggian air sudah surut sekitar 20 sentimeter dari sebelumnya. Ketinggian genangan di titik terdalam masih berkisar satu meter.

"Semalam sebenarnya sudah mulai surut. Tapi sekitar pukul 02.00 air meninggi lagi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye953 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati