You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jokowi Ingin Simpang Susun Semanggi Selesai Tepat Waktu
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Jokowi Ingin Simpang Susun Semanggi Selesai Tepat Waktu

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo meninjau pembangunan Simpang Susun Semanggi dan Mass Rapid Transit (MRT). Diharapkan pembangunan dua proyek tersebut bisa mengurangi kemacetan yang ada di Ibukota.

Kami harapkan dengan selesainya ini, Insya Allah pertengahan tahun bisa kami pakai dan resmikan. Sehingga ini jadi solusi bagi kemacetan di Semanggi yang sudah bertahun-tahun kita rasakan

Jokowi melakukan tinjauan lapangan didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

"Kami harapkan dengan selesainya ini, Insya Allah pertengahan tahun bisa dipakai dan diresmikan. Sehingga ini jadi solusi bagi kemacetan di Semanggi," kata Jokowi, di kawasan Semanggi, Kamis (23/2).

Tahapan Pembangunan Simpang Susun Semanggi Sesuai Jadwal

Simpang Susun Semanggi ini dibangun melalui kompensasi atas kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari perusahaan asal Jepang. Ditargetkan pembangunan rampung pada Agustus 2017 mendatang.

Usai melakukan peninjauan di Simpang Susun Semanggi, rombongan kemudian menuju proyek pembangunan MRT, tepatnya di Stasiun Setiabudi. Penijauan dilakukan karena pengeboran bawah tanah sudah selesai.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1203 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1193 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye998 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye957 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye864 personBudhi Firmansyah Surapati