You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sampah Banjir di Ibukota Capai 1.472 Meter Kubik
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Sampah Banjir di Ibukota Capai 1.472 Meter Kubik

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat selama periode 19-22 Februari, volume sampah akibat bencana banjir dan genangan di Ibukota mencapai 1.472 meter kubik.

Totalnya dari 19-22 Februari, sampah di badan air mencapai 1.472 meter kubik

Sampah tersebut diangkut Pekerja Harian Lepas (PHL) dari badan air seperti kali, saluran penghubung (PHB), setu dan waduk.

Kepala UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Junjungan Sihombing mengatakan, volume sampah di badan air per hari normalnya sekitar 200 meter kubik.

7 Ton Sampah Diangkut dari Kepulauan Seribu

"Kalau dibandingkan saat kondisi normal, terdapat kenaikan. Rata-rata sampah kiriman. Kenaikan terjadi saat banjir surut," katanya, Kamis (23/2).

Ia menyebutkan, pada 19 Februari, volume sampah tercatat mencapai 366 meter kubik, 20 Februari 288 meter kubik, 21 Februari 352 meter kubik dan 22 Februari 466 meter kubik.

"Totalnya dari 19-22 Februari, sampah di badan air mencapai 1.472 meter kubik," ungkapnya.

Menurut Junjungan, kenaikan volume sampah terjadi di Pintu Air Manggarai, Pintu Air Season City dan Kanal Banjir Timur (KBT).

"Armada dan petugas kami sampai saat ini terus berupaya melakukan pengangkutan sampah di badan air karena curah hujan tinggi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2058 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1035 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye932 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye929 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye822 personNurito