You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Waspada Hujan dan Angin Kencang Sore Hingga Malam Hari
photo Doc - Beritajakarta.id

Waspadai Hujan dan Angin Kencang Sore Hari

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) berpotensi diguyur hujan ringan dan lebat mulai siang hingga malam hari.

Waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang dengan durasi singkat

"Pagi hari cerah berawan," kata Hary T Djatmiko Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) BMKG, Minggu (23/4).

Menurut Hary, pada siang hari, hujan ringan diperkirakan akan terjadi di Jakarta Utara, Pusat dan Timur. Sementara hujan sedang melanda Jakarta Selatan, Barat, Tanggerang dan Bekasi.

Jabodetabek Diprediksi akan Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

"Hujan lebat di Depok dan Bogor," sambungnya.

Ia melanjutkan, pada malam hari, hujan ringan diprediksi terjadi di Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Timur, Depok, Tanggerang, Bekasi dan Bogor.

"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang dengan durasi singkat di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor antara siang hingga sore hari," ujarnya.

Saat ini suhu udara di Jakarta mencapai 23-33 derajat celsius dengan kelembaban udara 60-95 persen dan kecepatan angin timur laut-selatan 05-27 kilometer per jam.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati