You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Saluran Air dan Embung di Agro Wisata Cilangkap Dikeruk
photo Nurito - Beritajakarta.id

Saluran Air dan Embung di Agro Wisata Cilangkap Dikeruk

Saluran air dan embung di areal Kebon Bibit Agro Wisata Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur dikeruk. Sebab selain mengalami sedimentasi, sekitar saluran dan embung sudah ditumbuhi ilalang.

Kami memang meminta bantuan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengeruk sampah dan sedimentasi yang ada di saluran air dan embung

Pantauan Beritajakarta.com, Selasa (2/5), dua eskavator jenis amphibi, sudah mulai bekerja di lokasi. Pengerukan dimulai dari saluran air hingga embung yang berada di sisi barat kebon bibit. Seluruh sampah, sedimentasi dan tanaman liar yang ada di dalamnya pun langsung dikeruk.

Kepala UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI, Ali Nurdin mengatakan, saluran air dan embung di sisi barat memang awalnya tak berfungsi lagi. Hal itu disebabkan banyaknya sampah, sedimentasi dan tanaman liar.

Saluran di Jl Bentengan Raya Dikeruk

"Kami memang meminta bantuan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengeruk sampah dan sedimentasi yang ada di saluran air dan embung. Karena kami tidak memiliki alat berat, sehingga perlu bantuan unit lain," kata Ali.

Menurut Ali, rencananya lahan embung sekitar 5.000 meter persegi itu akan ditebari benih ikan. Sehingga masyarakat dapat memancing dan memanfaatkan ikan yang ada.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2185 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1152 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1071 personNurito
  4. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1068 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1031 personFakhrizal Fakhri