You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       Enam Legislator Daerah Kunker ke DPRD DKI
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Enam Legislator Daerah Kunker ke DPRD DKI

Enam legislator daerah, yakni Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bengkulu, Kota Batam, Kabupaten Pariaman, dan Kota Bogor melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD DKI Jakarta.

Kami datang untuk meminta rujukan, dan DKI Jakarta menurut kami sudah tepat untuk dijadikan pilot project.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bengkulu Edison Simbolon menyampaikan,  kedatangannya mengunjungi DPRD DKI Jakarta untuk mempelajari banyak hal mengenai penyelenggaraan informasi publik.

Legislatif dari Empat Daerah Kunker ke DPRD DKI

"Kami datang untuk meminta rujukan," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (30/5).

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Sofri Doni menyebutkan, jajaran perlu memahami banyak hal mengenai mekanisme DPRD DKI dalam membayar tenaga honorer.

"Kami berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan," terangnya.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, H. Syarifuddin menuturkan, upaya belajar melalui kunker masing-masing dewan dari daerah ke DPRD DKI Jakarta sangat penting untuk kemajuan di daerah.

"Karena kami juga sempat belajar soal kedisiplinan absensi dari DPRD Kabupaten Tegal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6774 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5667 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2925 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2111 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1879 personAnita Karyati