You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pembangunan Breakwater Pulau Untung Jawa Mulai Dikerjakan
photo Suparni - Beritajakarta.id

230 Meter Breakwater Selesai Terpasang di Pulau Untung Jawa

Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu mengungkapkan, pembangunan pemecah gelombang (breakwater) disisi utara Pulau Untung Jawa yang dikerjakan sejak Mei, kini sudah mencapai sekitar 230 meter.

Dari 600 meter yang direncanakan, kini sudah 230 meter terpasang, kemungkinan setelah Lebaran bisa selesai.

"Dari 600 meter yang direncanakan, kini sudah 230 meter terpasang, kemungkinan setelah Lebaran bisa selesai," ujar Mustajab, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu, Selasa (13/6).

Menurutnya, breakwater sisi utara ini nantinya akan melindungi taman Mangrove. Tidak hanya itu, pembangunan breakwater juga bisa menahan pasir kembali ke laut. Hal tersebut dilakukan mengingat karakteristik gelombangnya berbeda dengan pulau lainnya (lebih besar).

Pembangunan Breakwater Disosialisasikan

Sehingga, lanjutnya, bahan yang digunakan untuk breakwater ini merupakan jenis tetrapod (cakar ayam) dengan kebutuhan sebanyak 11.000 buah tetrapod untuk panjang 600 meter breakwater.

"Setiap panjang 100 meter breakwater kita buat bukaan 10 meter, agar gelombang tetap masuk dan membawa pasir ke pantai," terangnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6773 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6110 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1388 personDessy Suciati
  4. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1264 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1220 personAldi Geri Lumban Tobing