You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bir Pletok Paling Dicari di Betawi Store Lenggang Jakarta
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Bir Pletok di Betawi Store Diminati Wisatawan

Sentra cendera mata dan kuliner di Betawi Store, kawasan Lenggang Jakarta Monas, Jakarta Pusat ramai dikunjungi. Bir pletok menjadi yang paling banyak dibeli oleh wisatawan.

Kita juga sediakan bir pletok dalam bentuk saset. Tiap lima saset dijual Rp 25 ribu

Salah seorang karyawan di Betawi Store, Aria menuturkan, untuk bir pletok ukuran botol kecil dijual Rp 10 ribu, botol sedang Rp 20 ribu dan ukuran botol besar Rp 25 ribu.

"Kita juga sediakan bir pletok dalam bentuk saset. Tiap lima saset dijual Rp 25 ribu," kata Aria, Jumat, (30/6)

Yuk, Berburu Souvenir Khas Betawi di Monas

Menurutnya, selain bir pletok, mainan khas Betawi tempo dulu seperti gangsing, alat tiup dari bambu berukuran mini yang menghasilkan suara mirip burung, gantungan kunci, dan suvenir daur ulang cukup laku terjual.

"Omzet penjualan dari Minggu sampai sekarang rata-rata per harinya Rp 2,5 - 3 juta. Kalau hari biasa Rp 200.000 sehari dan saat akhir pekan sekitar Rp 2 juta," terangnya.

Wahyu (35), warga Jelambar, Jakarta Barat mengatakan, adanya Betawi Store ini sangat membantu wisatawan yang ingin mencari cendera mata khas Betawi.

"Saya beliin anak dan ponakan gantungan kunci, kembang goyang dan mainan tradisional Betawi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye8102 personNurito
  2. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1785 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1147 personDessy Suciati
  4. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1140 personFolmer
  5. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1023 personFakhrizal Fakhri