You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Usai Lebaran, Volume Sampah Kembali Normal
photo Doc - Beritajakarta.id

Usai Lebaran, Volume Sampah Kembali Normal

Usai libur lebaran, volume sampah di Ibukota yang sempat menurun drastis dari 7.000 menjadi 1.700 ton per hari, mulai berangsur normal.

Sekarang kisaran 6.000-an ton atau mendekati normal. Karena masyarakat sudah memulai aktivitasnya. Tapi belum full

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, saat ini volume sampah mencapai 5.500-6.000 ton. Diperkirakan mulai pekan depan volume sampah akan kembali normal.

"Sekarang kisaran 6.000-an ton atau mendekati normal. Karena masyarakat sudah memulai aktivitasnya. Tapi belum full," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/7).

Volume Sampah di Jakarta Terus Alami Penurunan

Isnawa menjelaskan, pada H-1 hingga H+1 lebaran, volume sampah di Ibukota hanya berkisar 1.700-1.900 ton setiap harinya. Penurunan volume sampah ini dikarenakan banyak warga Jakarta yang mudik Lebaran.

"Sempat menurun drastis volume sampahnya, tidak sampai 2.000 ton. Padahal biasanya mencapai 7.000 ton per harinya," ucapnya.

Kendati demikian, ia memastikan pengangkutan sampah di permukiman warga tidak terkendala. Gerobak motor tetap dioperasikan untuk menyisir sampah di permukiman warga saat Lebaran lalu.

"Sekarang sudah tidak ada penumpukan sampah dan tidak ada keluhan dari warga soal penumpukan sampah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2467 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1292 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1037 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1033 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye852 personDessy Suciati