You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Simpang Susun Semanggi Jadi Jembatan Lengkung Terpanjang di Indonesia
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Simpang Susun Semanggi Jadi Jembatan Lengkung Terpanjang di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menobatkan Simpang Susun Semanggi sebagai jembatan melengkung terpanjang di Indonesia.

Simpang Susun Semanggi ini akan tercatat dalam sejarah sebagai jembatan lengkung terpanjang di Indonesia

Jembatan layang yang dibangun dari dana non Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) DKI tersebut resmi diuji coba untuk kendaraan malam ini.

"Simpang Susun Semanggi ini akan tercatat dalam sejarah sebagai jembatan lengkung terpanjang di Indonesia," ujar Djarot di lokasi, Jumat (28/7) malam.

Perawatan Simpang Susun Semanggi akan Diambil Alih DKI

Ia juga memuji konstruksi Simpang Susun Semanggi yang dibangun dengan total lengkungan sepanjang 1.622 meter ini dilengkapi ornamen betawi gigi balang dan pencahayaan menakjubkan.

"Ini semua berkat keyakinan. Kalau kita punya keyakinan, kita bisa membangun apapun juga," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal. Menurutnya, jembatan layang yang memiliki panjang 826 meter (ramp Semanggi-Bundaran HI dan 796 meter (ramp Grogol-Blok M), menjadi yang terhebat dalam sejarah.

"Karena ini dibangun bentang tanpa tiang sepanjang 80 meter di atas jalan tol. Tapi pengerjaannya tidak menutup akses tol," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11190 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1338 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1268 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1264 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye982 personBudhi Firmansyah Surapati