You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
H. Sanusi diberi Anugerah Maestro Pencak Silat Oleh Kemendikbud RI
photo Keren Margaret Vicer - Beritajakarta.id

Sanusi Sang Maestro Seni Tradisi Bidang Pencak Silat Betawi

Berkat kemampuan dan kegigihannya melestarikan silat Betawi, Sanusi (87) atau akrab disapa Bang Uci dinobatkan sebagai Maestro Seni Tradisi Bidang Pencak Silat. Tidak tanggung-tanggung penghargaan ini berhasil diraihnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia pada tahun 2014 lalu.

Saya sudah tidak lagi muda, tapi masih bangga dan cinta terhadap kesenian pencak silat Betawi


Tidak hanya itu, kepiawaiannya dalam pencak silat membawanya menjadi koreografer bela diri 28 film laga. Film pertama yang ditanganinya yakni, Djanpang Mentjari Naga Hitam yang dibintangi aktor papan atas kala itu, Sukarno M Noor dan WD Mochtar.

Pria asli Betawi ini mengenang, dirinya sudah belajar seni bela diri pencak silat sejak masih berusia enam tahun. Untuk bisa belajar tidaklah mudah. Sebab, mereka yang bisa ikut latihan harus rajin shalat dan pandai mengaji.

Yoyo Muchtar, Berjuang Lestarikan Keroncong Betawi

"Waktu itu guru saya bernama Musari. Latihan pencak silat dimulai usai mengaji, begitu setiap malamnya. Baru di usia 17 tahun saya mengajar," tuturnya, belum lama ini.

Berbekal kecintaan untuk terus melestarikan silat Betawi, Bang Uci mendirikan Perguruan Pencak Silat Pusaka Djakarta pada tahun 1953 di Jl Dr Saharjo, RT 09/10, Nomor: 15, Kelurahan Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, yang juga menjadi kediamannya. Namun, untuk latihan belum ada tempat tetap, bisa di lapangan atau kantor kelurahan.

"Jumlah murid saat ini ada 50 orang. Mereka yang mau ikut berlatih tidak dipungut bayaran," terangnya.

Dijelaskannya, jurus yang menjadi andalan Perguruan Pencak Silat Pusaka Djakarta adalah gerakan cepat. Artinya, tidak memberi waktu kepada musuh untuk melawan atau menyerang balik.

"Jurus gerak cepat adalah salah satu ciri khas perguruan ini. Penggabungan dari gerakan kaki dan tangan dengan tidak memberi waktu lawan untuk membalas," katanya.

Usia yang sudah tidak lagi muda membuat intensitasnya dalam memberikan pelatihan langsung semakin berkurang. Tapi, dirinya tetap berusaha untuk memantau saat latihan berlangsung.

"Butuh waktu tiga hingga empat bulan untuk menguasai pencak silat ini. Terpenting, mau serius dan sungguh-sungguh, itu resepnya," ujar Bang Uci penuh semangat.

Dalam usia senjanya, Bang Uci berharap, Pemprov DKI terus memberikan peluang dan kesempatan bagi pecinta seni Betawi untuk bisa menggelar kegiatan kesenian.

"Saya sudah tidak lagi muda, tapi masih bangga dan cinta terhadap kesenian pencak silat Betawi. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya sendiri, siapa lagi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye1142 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

    access_time19-06-2026 remove_red_eye869 personDessy Suciati
  3. Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

    access_time20-06-2026 remove_red_eye824 personNurito
  4. Siswi SMA Meninggal Akibat Kabel, Pemprov DKI Bantu Pemakaman dan Beri Santunan

    access_time19-06-2026 remove_red_eye821 personDessy Suciati
  5. HUT Jakarta, PAM JAYA-TP PKK Gratiskan Khitan 2.000 Anak

    access_time19-06-2026 remove_red_eye785 personAldi Geri Lumban Tobing