You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 PJA Kelola Sampah Menjadi Pupuk Kompos
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Mesin Pengolah Sampah di Ancol Hasilkan 14,2 Ton Kompos

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) melengkapi kawasan wisata Ancol, Taman Impian, Jakarta Utara, dengan tempat pengolahan sampah mandiri "Ancol Zero Waste". Hasilnya, setiap bulan mesin pengolah sampah ini bisa menghasilkan 14,2 ton pupuk kompos.

Tempat pengolahan sampah ini menggunakan lahan seluas 360 meter persegi

Manajer Komunikasi PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari menuturkan, Ancol Zero Waste sudah beroperasi sejak tahun 2012 lalu.

"Tempat pengolahan sampah ini menggunakan lahan seluas 360 meter persegi. Ada 11 orang petugas di sana," kata Rika, Senin (9/10).

Revitalisasi Pulau Bidadari Didukung Dewan

Menurutnya, total sampah organik setiap bulannya mencapai 3.931 meter kubik. Sedangkan, sampah yang mampu diolah baru sebanyak 122 meter kubik per bulan.

"Kapasitas daya tampung mesin pengolah sampah yakni, 10 meter kubik sampah kering dan 7,5 meter kubik sampah basah," terangnya.

Rika menjelaskan, pupuk kompos yang dihasilkan digunakan untuk penyubur tanaman-tanaman yang ada di kawasan Ancol.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kapsitas sampah yang bisa diolah menjadi pupuk kompos," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6926 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5686 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3677 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2135 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1903 personAnita Karyati