You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
APBD 2018 Disepakati Senilai Rp 77,1 Triliun
photo Punto Likmiardi - Beritajakarta.id

Nilai APBD 2018 Disepakati Rp 77,1 Triliun

Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta, hari ini menyepakati nilai APBD tahun anggaran 2018 sebesar Rp 77,117,365,231,898.

Jadi kenaikan Rp 6,4 miliar itu dipengaruhi deviden dari BUMD

Nilai tersebut naik sebesar Rp 6,4 miliar dari Rancangan APBD yang telah diputuskan dengan nilai Rp 77,110,885,760,609.

"Jadi kenaikan Rp 6,4 miliar itu dipengaruhi deviden dari BUMD," ujar Saefullah, Ketua TAPD DKI Jakarta usai rapat finalisasi RAPBD 2018 di Gedung DPRD, Selasa (28/11).

Pembahasan RAPBD 2018 Ditarget Rampung Hari Ini

Dari penetapan tersebut, Saefullah optimistis dapat mencapai target pendapatan daerah. Mengingat, dari hasil laporan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI tahun ini, pendapatan dari sektor pajak dan retribusi mampu melebihi target  pencapaian senilai Rp 300 miliar.

"Berdasarkan itu, kita juga amat sangat yakin di 2018 yang kita targetkan bisa tercapai," ucapnya.

Saefullah mengaku bersyukur dengan telah ditetapkannya APBD tahun 2018. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja merampungkan APBD.

"Saya berterima kasih kepada jajaran eksekutif dan legislatif yang dalam beberapa minggu terakhir ini sudah bekerja sangat keras," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6157 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1400 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1278 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1273 personAnita Karyati