Kontraktor Diminta Perbaiki Gedung DPRD DKI
Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang baru digunakan dua tahun lalu sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Yonathan Pasodung mengatakan, pihaknya telah meminta kontraktor yang membangun gedung untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Kendati demikian jika dilihat secara kasat mata, kerusakan bukanlah pada struktur gedung, tapi hanya bersifat kecil sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap bangunan.
Sebenarnya harus dibedakan antara kerusakan yang sifatnya arsitektural dengan struktur. Kalau arsitektural misalnya keramiknya copot satu kan masih bisa diperbaiki. Kerusakan tergantung dari pemeliharaan
"Sebenarnya harus dibedakan antara kerusakan yang sifatnya arsitektural dengan struktur. Kalau arsitektural misalnya keramiknya copot satu kan masih bisa diperbaiki. Kerusakan tergantung dari pemeliharaan," kata Yonathan, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (29/9).
Karangan Bunga Penuhi Halaman Gedung DPRDDikatakan Yonathan, pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan perawatan gedung. Sebab, dinasnya hanya berkewajiban membangun gedung saja bukan merawat. Untuk perawatan diserahkan kepada instansi masing-masing.
"Kita hanya membangun kalau perawatan gedung DPRD ada di Sekwan (Sekretaris Dewan). Gedung Balaikota juga dirawat oleh Biro Umum," ucapnya.
Sementara Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta, Mangara Pardede mengaku, perawatan gedung bukanlah tanggung jawab unitnya, melainkan ada di Dinas Perumahan dan Gedung Pemda. "Saya kira itu mesti di (Dinas) Perumahan. Ini kan tanggung jawab Dinas Perumahan dan Gedung Pemda. Bukan kami yang bangun soalnya," jawab Mangara.
Seperti diketahui, Gedung DPRD DKI Jakarta yang baru diresmikan sekitar tahun 2012 lalu, kini mengalami banyak kerusakan. Kerusakan terlihat di beberapa titik. Mulai dari plafon yang menganga dan jebol, kaca tak mengkilat, tombol lift longgar, lantai lift retak, hingga keruskan pada kloset duduk.
Kerusakan paling banyak terlihat di lantai 8 yang dihuni Fraksi PDIP dan lantai 5 yang dihuni Fraksi Hanura. Gedung baru DPRD DKI Jakarta yang terletak di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat ini berdampingan dengan gedung lama. Gedung 11 lantai ini dibangun dengan dana lebih kurang Rp 500 miliar.