You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sandiaga Minta Tambahan 10 Ribu Ton Beras ke Bulog
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Sandi Minta Tambahan 10 Ribu Ton Beras ke Bulog

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno akan meminta tambahan 10 ribu ton beras ke Badan Urusan Logistik (Bulog).

Kita meminta tambahan 5.000 ton‎ untuk beras operasi pasar dan 5.000 ton untuk pasar komersil

Tambahan stok ini diajukan untuk  memastikan kepada masyarakat bahwa stok beras di Ibukota aman.

"Jadi kami berkoordinasi dengan Bulog. Kita meminta tambahan 5.000 ton‎ untuk beras operasi pasar dan 5.000 ton untuk pasar komersil," ujar Sandi, sapaan akrabnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/1).

Wagub Monitoring Stok Pangan di Jak Grosir Kramat Jati

Menurutnya, dengan tambahan tersebut, total stok beras di DKI menjadi sebanyak 40 ribu ton.  Bertambahnya stok beras ini diharapkan bisa menekan harga beras yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan.

"Ini untuk mengirimkan pesan ke pasar bahwa kita memiliki stok yang cukup," tegasnya.

Ia juga mengaku telah meminta kepada PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya untuk memastikan rantai distribusi tidak tersumbat. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan rantai distribusi di lapangan.

"Ini yang kita pastikan. Jangan sampai ekspektasi pasar tinggi, tapi suplainya kurang. Ini direspons dengan baik oleh kami," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1175 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1151 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye923 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye918 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye839 personBudhi Firmansyah Surapati