You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengurasan Phb Akordion Angkat 6.000 Karung Lumpur
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

6.000 Karung Lumpur Diangkut dari Saluran Phb Akordion

Sebanyak 6.000 karung lumpur berhasil diangkut PHL Sumber Daya Air saat menguras saluran penghubung (Phb) Akordion, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Pengurasan juga meliputi sembilan crossing yang berkaitan dengan saluran penghubung Akordion

Kasatpel Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Kelapa Gading, Rukmana menjelaskan, 12 petugas dikerahkan setiap harinya untuk melakukan pembersihan saluran yang memiliki panjang sekitar 200 meter dan lebar dua meter tersebut. Pengerjaan dilakukan sejak dua pekan lalu dan selesai Selasa (30/1).

Dua Saluran Air di Kelapa Gading Barat Dikuras

"Saat ini pengerjaan sudah rampung. Lama pekerjaan sesuai dengan target yang kita tetapkan, dua pekan," katanya, Selasa (30/1).

Dijelaskan Rukmana, pengurasan merupakan tindaklanjut aduan warga, pada Sabtu (13/1) lalu. Mereka mengeluhkan kondisi saluran yang dipenuhi lumpur sehingga air kerap meluap saat terjadi hujan deras.

Diakuinya, saat melakukan pengurasan kondisi kepadatan lumpur di saluran memang cukup parah. Dari total kedalaman saluran 120 sentimeter, sekitar 80 sentimeter di antaranya dipenuhi lumpur.

"Pengurasan juga meliputi sembilan crossing yang berkaitan dengan saluran penghubung Akordion. Yakni enam  crossing yang menuju penghubung Tarian dan tiga crossing dari saluran penghubung Saluang," pungkasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye969 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati