You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puskesmas Kecamatan Setiabudi Buka 230 Pos ORI Difteri
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Puskesmas Kecamatan Setiabudi Buka 230 Pos ORI Difteri

Puskesmas Kecamatan Setiabudi akan membuka 230 pos untuk pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) difteri.

Target untuk anak usia 0-19 tahun paling banyak di sekolah-sekolah. Kami buka di 230 pos yang bisa didatangi warga

Melalui posko tersebut, vaksinasi anti difteri tahap pertama diharapkan bisa rampung dilakukan hingga akhir Februari.

Kepala Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Nisma Hiddin mengatakan, pos-pos yang dibuka tersebar di gedung TK, SD, SMP, hingga SMA. Termasuk di puskesmas kelurahan, perguruan tinggi, posyandu, apartemen, panti asuhan, PAUD, day care, klinik dan  rumah sakit.

Siswa MI di Kembangan Utara Divaksin Anti Difteri

"Target untuk anak usia 0-19 tahun paling banyak di sekolah-sekolah. Kami buka di 230 pos yang bisa didatangi warga," ujarnya di SMAN 3 Setiabudi, Kamis (1/2).

Ia menuturkan, setiap harinya, petugas puskesmas kelurahan dan kecamatan akan membuka layanan ini.  Khusus di wilayah Kecamatan Setiabudi, sasaran kegiatan ORI difteri berjumlah 33.737 jiwa dengan rentang usia 0-19 tahun.

"Akhir Februari ini ditargetkan selesai untuk yang tahap pertama. Tahap kedua bulan Maret dan tahap ketiga bulan September," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati