You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
jokowi_univ_tarumanegara1.jpg
photo Doc - Beritajakarta.id

2 Tahun Pimpin DKI, Jokowi Akui Masih Punya Hutang

Selama dua tahun memimpin ibu kota, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku masih memiliki hutang kepada warganya. Meski sejumlah masalah belum terselesaikan, namun secara perlahan upaya penyelesaiannya mulai dijalankan dan hasilnya baru akan dirasakan untuk jangka waktu panjang.

Masalah kemacetan, tahun kemarin baru dimulai MRT-nya, monorel, dan light rapid transit

Berbagai program untuk menyelesaikan masalah utama di ibu kota seperti macet dan banjir pun terus dikerjakan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok. Seperti, pengerukan sejumlah waduk maupun pembuatan waduk baru.

"Hutang masih banyak. Banyak yang belum selesai. Seperti banjir baru dikerjakan beberapa waduk dan sungai," ujar Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (15/10).

Ini Kata Saefullah Soal Kepemimpinan Jokowi-Ahok

Sedangkan untuk mengurai kemacetan, pembangunan moda transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) tengah berlangsung dan baru bisa dinikmati masyarakat tahun 2017 mendatang. Lalu, memperbaiki sistem transportasi massal salah satunya dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta yang akan menangani seluruh moda transportasi di ibu kota.

"Masalah kemacetan, tahun kemarin baru dimulai MRT-nya, monorel, dan light rapid transit," ujar Jokowi.

Adapun sejumlah program pro rakyat yang bisa langsung dirasakan manfaatnya dan dianggap sukses dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ahok yakni, program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Tidak hanya itu, dalam dua tahun memimpin ibu kota, Jokowi juga berhasil memindahkan ribuan warga yang bermukim di atas Waduk Pluit ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Sehingga area waduk yang bertahun-tahun diduduki warga bisa dikembalikan fungsinya sebagai penampungan air.

Sebagai langkah untuk memberikan hunian layak bagi warganya, Jokowi juga membangun lima kompleks rusun dengan total kapasitas sekitar 1.200 hunian. Adapun, jumlah yang direncanakan dalam APBD 2014 yakni 8 kompleks rusun dengan total kapasitas 2.100 hunian.

Diantaranya, 3 tower rusunawa di KS Tubun, 3 tower di Rawa Buaya, 4 Blok di Cakung Barat dan lain-lain.

Meski telah banyak berbuat untuk warga ibu kota, Jokowi enggan menilai prestasinya sendiri. Dia meminta agar masyarakatlah yang memberikan penilaian terhadap kinerjanya selama dua tahun ini. "Kalau mau penilaian ya tanyakan sendiri ke masyarakat dong," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time08-06-2026 remove_red_eye2567 personNurito
  2. Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

    access_time05-06-2026 remove_red_eye2321 personDessy Suciati
  3. Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

    access_time07-06-2026 remove_red_eye1732 personDessy Suciati
  4. Program Padat Karya Perluas Kesempatan Kerja Warga Jakarta

    access_time10-06-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  5. Syafrin Minta ASN Pemkot Jaksel Terapkan Budaya Kerja 3K

    access_time08-06-2026 remove_red_eye1129 personTiyo Surya Sakti