You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kebayoran Baru Targetkan Sumbang 1.200 Wirausaha Baru
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Kebayoran Baru Target Sumbang 1.200 Wirausaha Baru

Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menargetkan bisa menyumbang 1.200 wirausaha baru melalui program OK OCE pada tahun ini.

Masing-masing kelas diikuti 100 orang. Jadi satu hari satu kelas

Pelatihan wirausaha tahap pertama saat ini tengah digelar serentak di wilayah Jakarta Selatan.

Sekretaris Camat Kebayoran Baru, Sjamsul Idris mengatakan, kegiatan pelatihan wirausaha digelar selama empat hari, tepatnya dari 19-22 Maret di kantor Kecamatannya. Pelatihan diikuti 400 orang peserta yang dibagi menjadi empat kelas. "Masing-masing kelas diikuti 100 orang. Jadi satu hari satu kelas," ujarnya,  Selasa (20/3).

Pelatihan OK OCE di Jaksel Digelar Serentak di 10 Kecamatan

Dikatakan Sjamsul, untuk tahap pertama ini, pihaknya menargetkan sebanyak 400 peserta. Namun, hingga kini sudah ada 700 orang yang mendaftar. "Kami optimistis tahun ini bisa menyumbang 1.200 peserta," katanya.

Kasatpel Suku Dinas KUMKMP Kecamatan Kebayoran Baru, Heriyanti menambahkan, warga cukup antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Selain wirausaha, pihaknya juga membuka peluang bagi warga untuk menjadi distributor UKM yang mulai berkembang.

"Intinya kami arahkan sesuai dengan keinganan warganya untuk mengikuti bidang apa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati