You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 PT MRT Jakarta Miliki Lima Masinis Perempuan
photo Dadang Kusuma Wira Putra - Beritajakarta.id

PT MRT Jakarta Punya Lima Masinis Perempuan

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah memiliki lima orang masinis perempuan. 

Saya apresiasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku telah bertemu salah satu masinis perempuan MRT saat mengunjungi Depo MRT Lebak Bulus, pagi ini.

"Saya apresiasi. Ini kereta MRT pertama masinisnya itu seorang perempuan bernama Tiara, usianya 21 tahun," ujar Anies, di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Anies Tinjau Kereta MRT di Depo Lebak Bulus

PT MRT Jakarta membutuhkan 65 masinis untuk menjalankan 16 rangkaian kereta. Sejauh ini baru ada 32 masinis yang telah siap. Lima di antaranya merupakan perempuan.

"Kami bangga dengan putra-putri Indonesia yang sudah kerja keras menyiapkan ini bertahun-tahun," katanya.

Saat ini sebanyak dua rangkaian kereta MRT telah tiba di Jakarta. Setiap rangkaian terdiri dari enam kereta. Di mana satu kereta bisa mengangkut 300 penumpang dengan 50 kursi duduk.

"Kalau mau dipadatkan bisa sampai 300 orang per kereta. Jadi sekali jalan satu rangkaian bisa 1.800 orang," ucap Anies.

Anies menyampaikan hingga saat ini progres pembangunan MRT sudah mencapai 92,5 persen. Nantinya Depo Lebak Bulus yang dibangun di lahan seluas 10,5 hektar akan menjadi pusat kegiatan MRT.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1172 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1150 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye921 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye916 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye838 personBudhi Firmansyah Surapati