You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kelurahan Pengadegan Ubah RW Kumuh Jadi Kampung Hidroponik
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Gang Sempit di Pengadegan Diubah Jadi Kampung Hidroponik

Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan tengah berupaya mengubah wajah gang sempit di wilayahnya menjadi kampung hidroponik melalui pertanian perkotaan (urban farming).

Dengan konsep hidroponik ini bisa membuat gang-gang sempit yang ada menjadi lebih bersih, asri dan dapat dimanfaatkan

Lurah Pengadegan, Muhammad Mursid mengatakan, di wilayahnya ini banyak terdapat gang sempit yang bisa diubah menjadi kampung hidroponik.

"Dengan konsep hidroponik ini bisa membuat gang-gang sempit yang ada menjadi lebih bersih, asri dan dapat dimanfaatkan," ujarnya, Jumat (20/4).

Dinas KPKP Uji Produk Hidroponik Kelompok Binaan di Jakut

Ia menuturkan, pada 2017 lalu, pihaknya mendapatkan bantuan peralatan hidroponik. Kemudian warga mulai mengembangkan sendiri dari hasil swadaya.

Menurut Mursyid, di wilayahnya saat ini setidaknya sudah ada tiga RW yang mengembangkan konsep hidroponik di lingkungannya. Tiga RW yang dimaksud masing-masing RW 01, 02 dan 07.

"Setiap gang di RW tersebut terlihat asri ditanami berbagai tanaman hidroponik seperti bayam, pakcoy, kangkung, selada, sawi, seledri hingga cabai," ungkapnya.

Mursyid menambahkan, di RW 01 Gang C, terdapat vertical garden yang menempel di tembok rumah warga. Vertical garden tersebut dikhususkan untuk tanaman obat keluarga (toga).

"Ini semua dikembangkan warga dan murni hasil swadaya. Sehingga mereka merasa memiliki dan ikut merawatnya," ucapnya.

Ketua RW 01 Pengadegan, Syaifullah Muzjamal menuturkan, sejauh ini di lingkungannya, baru dua RT yang mengembangkan konsep hidroponik. Diharapkan RT lainnya bisa ikut serta mengembangkan pertanian perkotaan ini.

"Saat ini baru dua RT yakni RT 01 dan RT 03. Kita ingin setiap RT yang berpotensi, dibuat juga kampung hidroponik," harapnya.

Ia melihat antusiasme warga dalam mengembangkan hidroponik ini cukup tinggi. Karena jika tidak ada partisipasi dari masyarakat, akan sulit untuk mengembangkannya.

"Hasil panen sudah mulai dijual warga sekitar. Nantinya hasil penjualan digunakan untuk membeli bibit dan nutrisi lagi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye20952 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11361 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6803 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3697 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1739 personFolmer