You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
20 Mahasiswa Atma Jaya Pelajari Urban Farming
photo Oki Akbar - Beritajakarta.id

Mahasiswa Unika Atma Jaya Pelajari Urban Farming di Ibukota

20 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta di Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat hari ini. 

Kami berharap ke depannya mahasiswa dapat membantu program pemerintah dengan memanfaatkan lahan tidur

Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Diah Meidiantie mengatakan, maksud kunjungan mahasiswa Unika Atma Jaya tersebut untuk mempelajari penerapan program pertanian perkotaan (urban farming) yang telah sukses dilaksanakan di Ibukota.

"Kami berharap ke depannya mahasiswa dapat membantu program pemerintah dengan memanfaatkan lahan tidur," ujarnya, Rabu (2/5).

Urban Farming Terus Dikembangkan di Cempaka Putih Timur

Ia menuturkan, pemanfaatan lahan tidur tersebut bisa dimulai dengan melakukan budidaya tanaman sayuran melalui hidroponik, vertiminaponik, vertikultur maupun wall garden. 

"Selain edukasi, kami juga harap mahasiswa dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Dosen Pembimbing dari Mahasiswa Unika Atma Jaya, Susy YR Sanie menyampaikan, ilmu yang didapat ini akan diimplementasikan dengan memanfaatkan lahan tidur di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

"Langkah awal dengan sistem hidroponik, aquaponik dan pertanian konvensional," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye10660 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1323 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1245 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1232 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye965 personBudhi Firmansyah Surapati