You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Produk Pangan Pasar Induk Kramat Jati Dipastikan Aman Konsumsi
photo Oki Akbar - Beritajakarta.id

Produk Pangan Pasar Induk Kramat Jati Dipastikan Aman Konsumsi

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta kembali melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan mutu pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dari hasil pengujian, seluruh sampel produk dinyatakan negatif dari bahan berbahaya

Kali ini, pengawasan dilakukan dengan menguji  40 sampel produk segar yang terdiri dari 11 sampel buah-buahan dan 29 sampel sayuran.

"Dari hasil pengujian, seluruh sampel produk dinyatakan negatif dari bahan berbahaya," ujar Darjamuni, Kepala Dinas KPKP Jakarta, Kamis (12/7).

Dinkes Terjunkan 55 Petugas Keamanan Pangan untuk Asian Games

Ia menyebutkan, sejumlah sampel buah-buahan yang diuji antara lain melon, semangka, belimbing, apel dan anggur. Sedangkan sampel sayuran terdiri dari cabe merah keriting, rawit merah, tomat, kembang kol, bayam, kubis, daun bawang dan jeruk nipis. 

Menurut Darjamuni, pengujian mutu pangan difokuskan untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti residu pestisida dan formalin.

"Pengujian ini diharapkan dapat menciptakan kepastian pada warga bahwa produk segar yang tersedia di Pasar Induk Kramat Jati aman konsumsi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1399 personDessy Suciati
  2. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1064 personDessy Suciati
  3. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye983 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Beri Pendampingan ke Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

    access_time28-04-2026 remove_red_eye907 personDessy Suciati
  5. Peringati May Day, Dinas Nakertransgi Selenggarakan Donor Darah

    access_time27-04-2026 remove_red_eye848 personAldi Geri Lumban Tobing