You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Saluran Jl Boulevard Barat Dikuras
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Pengurasan Saluran Boulevard Barat Ditarget Rampung Akhir Oktober

Pengurasan dan perbaikan beton saluran di Jl Bouoevard Barat, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang sudah dilakukan sejak 3 Oktober lalu, ditarget kelar akhir bulan ini.  

Selama 10 hari pengurasan sebanyak 6.000 karung lumpur sudah berhasil diangkut

Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) Sumber Daya Air (SDA) Kelapa Gading, Rukmana mengatakan, pengurasan dilakukan pada sisi selatan saluran sepanjang 860 meter hingga inlet Rumah Pompa MOI.

Dijelaskan Rukmana, pihaknya mengerahkan 26 petugas setiap hari untuk menguras saluran yang memiiki lebar dan tinggi 1,2 meter tersebut.

Saluran Penghubung Sisi Barat Jl Kramat Jaya Dikuras

"Selama 10 hari pengurasan sebanyak 6.000 karung lumpur sudah berhasil diangkut. Ditargetkan, pengurasan rampung dua pekan ke depan," ujarnya, Sabtu (13/10).

Diakuinya, pengerjaan membutuhkan waktu relatif lama lantaran kondisi saluran dilengkapi penutup plat beton. Karena itu, selain melakukan pengurasan, lanjut Rukmana, pihaknya juga melakukan perbaikan beton.

"Ada lima plat yang kita ganti karena kondisinya rusak. Mudah-mudahan dengan adanya dua pompa dan saluran dikuras bisa mengatasi genangan saat musim penghujan nanti," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12652 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1404 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1400 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1346 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1051 personBudhi Firmansyah Surapati