You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
pkl museum tekstil
photo Devi Lusianawati - Beritajakarta.id

Museum Tekstil Kembali Dikuasai PKL

Setelah sempat tertib pasca pembongkaran paksa beberapa waktu lalu, ratusan pedagang kaki lima (PKL) kembali menguasai kawasan Museum Tekstil di Jalan Palmerah, Jakarta Barat. Keberadaan mereka dinilai sangat mengganggu pejalan kaki serta menghambat arus lalu lintas.

Setelah rusunawa selesai dibangun, kami langsung relokasi seluruh PKL ke bantaran Banjir Kanal Barat

Camat Palmerah, Agus Triono mengatakan, awal tahun depan seluruh PKL yang berjualan di sekitar Museum Tekstil akan dipindahkan ke jalan inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB).

Menurut Agus, relokasi akan dilakukan tahun depan karena pihaknya saat ini masih menunggu rampungnya pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Palmerah.

Tahun Depan, Lima Pasar Rakyat Diresmikan

"Setelah rusunawa selesai dibangun, kami langsung relokasi seluruh PKL ke bantaran Banjir Kanal Barat," kata Agus, Kamis (27/11).

Agus menjelaskan, di jalan inspeksi KBB yang lokasinya berdekatan dengan Rusunawa Palmerah rencananya akan dibangun lokasi yang layak khusus untuk PKL.

"Sesuai instruksi Pak Gubernur, sebelum ditertibkan kami harus menyediakan tempat yang layak untuk PKL. Pemindahan ini sekaligus untuk membebaskan Museum Tekstil dari kepungan PKL yang kerap meresahkan warga," ujar Agus.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4735 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2967 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1774 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1757 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1733 personNurito