You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       PT LRT Gelar Acara Edukasi Budaya Baru Transportasi Publik
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

PT LRT Gelar Acara Edukasi Budaya Baru Transportasi Publik

PT LRT Jakarta menggelar acara edukasi mengenai budaya baru transportasi publik yang tertib, baik dan benar di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hari ini.

Ini sebagai bentuk tindak lanjut dari rangkaian acara sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya,

Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi LRT Jakarta sebagai transportasi baru ramah lingkungan serta terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti Transjakarta.

"Kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari rangkaian acara sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya," ujar Allan, Kamis (2/5).

Pekan Depan, Seluruh Sistem LRT Diuji Coba

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini, pihaknya mengundang peserta yang merupakan murid SD, mahasiswa, blogger dan komunitas disabilitas dengan jumlah mencapai 150 orang.

"Peserta diajak berkeliling stasiun untuk memperlihatkan fasilitas LRT. Kita juga sekaligus memberi edukasi tata cara naik LRT Jakarta secara baik dan benar," ungkapnya. 

Alan menambahkan, kegiatan yang dihelat ini juga sebagai bentuk kampany untuk mengajak warga menumpang transportasi publik dengan menghargai hak sesama penumpang.

“Jadi ini gerakan bersama untuk mendukung budaya baru dalam bertransportasi publik di Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye7848 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1287 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1190 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1077 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye935 personBudhi Firmansyah Surapati