You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jajanan Takjil di Masjid Pondok Indah Diuji Laboratorium
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Dinas KUKMP Cek Jajanan Takjil di Kawasan Masjid Pondok Indah

Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta melakukan pengawasan takjil yang dijual pedagang di kawasan Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Layak serta aman dikonsumsi

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Dinas KUKMP DKI Jakarta, Ety Syartika mengatakan, sebanyak 21 sampel makanan dan minuman dari 30 pedagang diuji laboratorium menggunakan metode rapid test. Sejumlah sampel yang dijui tersebut seperti, tahu, kikil, somay, tongkol, lontong, teri, dan kerupuk.

"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan bahan berbahaya yang digunakan dalam pangan. Alhamdulillah para pedagang makin sadar dan pintar memilih bahan baku," ujranya, Sabtu (11/5).

Dinas KUKMP Lakukan Pengawasan Makanan di Loksem JP 34

Ety menjelaskan, Dinas KUKMP DKI Jakarta secara rutin tetap melakukan pengawasan jajanan takjil dan barang beredar di pasaran selama Ramadan. Monitoring dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan tempat dan waktunya terlebih dahulu.

"Kami turun lebih intens karena saat Ramadan permintaan masyarakat meningkat. Pemerintah hadir untuk memastikan kualitas makanan, minuman dan barang yang beredar layak serta aman dikonsumsi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6104 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5601 personNurito
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2041 personFakhrizal Fakhri
  4. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1810 personAnita Karyati
  5. Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1619 personFakhrizal Fakhri