You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ibu dan Anak Tewas Akibat Tabung Gas 3 kg Meledak
photo Doc - Beritajakarta.id

Kebakaran di Tambora, Ibu & Anak Tewas

Seorang ibu dan anaknya menjadi korban kebakaran di Jalan Angke Raya, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (19/12). Kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk itu juga menghanguskan sedikitnya 37 rumah warga.

Korban ditemukan tewas di kamar mandi. Saat ini kedua jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi

Korban yang diketahui bernama Yati (40) dan Teguh (5) itu diduga saat api mulai melalap rumahnya tengah tertidur pulas. Sehingga saat api sudah membesar keduanya tidak bisa menyelamatkan diri.

11 Rumah di Penjaringan Terbakar

"Korban ditemukan tewas di kamar mandi. Saat ini kedua jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi," kata Abdul Wahid, Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penangulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat.

Wahid menjelaskan, kebakaran yang pertama kali diketahui pukul 04.00 itu diduga akibat meledaknya tabung gas 3 kilogram dari salah satu rumah warga. Api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya. Total rumah yang terbakar mencapai 37 unit.

Untuk memadamkan api, kata Wahid, pihaknya mengerahkan 23 unit mobil pemadam kebakaran. Akhirnya kebakaran berhasil dipadamkan dua jam kemudian. "Kerugian belum diketahui jumlahnya, masih diinvetarisir," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1345 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1193 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye984 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye956 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye780 personFakhrizal Fakhri
close