You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
1.500 Bangunan di Bantaran Kali Apuran Cengkareng Ditertibkan
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

1.500 Bangunan di Kali Apuran Ditertibkan

Sekitar 1.500 bangunan liar yang berada di bantaran Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (22/12), akhirnya ditertibkan petugas gabungan. Sebagian bangunan itu sudah ditinggalkan penghuninya setelah mereka memilih tinggal di Rusunawa Daan Mogot.

Jadi pembongkaran hunian tersebut bukan penggusuran. Tapi demi peningkatan kesejahteraan pemukiman warga, dari yang tidak layak menjadi layak dengan ditempatkan ke rusun

Pembongkaran ribuan bangunan yang berlokasi di Kelurahan Kapuk dan Kedaung Kaliangke itu dipimpin langsung Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi dan Koordinator Pelaksana Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto. Pembongkaran dilakukan dalam rangka normalisasi kali dan pembangunan jalan inspeksi.

52 KK Warga Kali Apuran Pindah ke Rusunawa

Pantauan beritajakarta.com, pembongkaran yang melibatkan 3.500 personel dari Satpol PP, TNI dan Polri itu berlangsung kondusif. Dua alat berat eskavator juga dikerahkan untuk merobohkan ribuan bangunan tersebut.

“Sesuai aturan, sebulan sebelum kami lakukan pembongkaran, kami sudah melakukan sosialisasi pada pemilik rumah yang huniannya terkena normalisasi kali. Tapi, karena tak kunjung dibongkar dan tetap ditempati, maka terpaksa kami bongkar paksa,” kata Anas Effendi.

Anas menjelaskan, sebelum membongkar bangunan, pihaknya sudah mendata ribuan penghuni bantaran Kali Apuran. Hasilnya, sebanyak 322 kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Kedauang Kaliangke sudah terdaftar untuk tinggal di Rusunawa Daan Mogot.

"Dari total jumlah tersebut, 252 KK sudah menempati rusunawa. Sedangkan sisanya menunggu blok rusunawa lainnya yang sedang tahap penyelesaian," ujar Anas.

Sementara untuk warga Kelurahan Kapuk, dari 550 KK yang sudah memperoleh jatah tinggal di rusunawa sebanyak 420 KK. Sebanyak 157 KK diantaranya sudah tinggal di rusunawa.

“Jadi pembongkaran hunian tersebut bukan penggusuran. Tapi demi peningkatan kesejahteraan pemukiman warga, dari yang tidak layak menjadi layak dengan ditempatkan ke rusun. Dan setelah bangunan kelar dibongkar, maka akan langsung dibangun jalan inspeksi selebar 7,5 meter sepanjang 2,8 kilometer. Mulai dari Jembatan Genit, Pesing Poglar hingga Kali Cengkareng Drain,” terang Anas.

Ana (45), salah satu warga RT 04/07, Kelurahan Kapuk, mengaku sudah lebih dari delapan tahun tinggal di bantaran Kali Apuran. Menurutnya,  meski rumahnya dibongkar, namun dirinya tetap bersyukur karena tetap mendapat tempat tinggal baru di Rusunawa Daan Mogot.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye1123 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

    access_time12-09-2026 remove_red_eye1025 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

    access_time14-09-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Bakesbangpol Ajak Warga Bantu Pantau Orang Asing

    access_time11-09-2026 remove_red_eye775 personFolmer
  5. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye750 personBudhi Firmansyah Surapati