You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
53 Petugas Gabungan Apel Pengawasan PSBB di Kramat Jati
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pengawasan PSBB di Kramat Jati Sasar Pasar Tradisonal

53 petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan penindakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (20/5).

Sasaran kegiatan adalah masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung yang tidak mengenakan masker,

Wakil Camat Kramat Jati, Sarjono menuturkan, kali ini pengawasan dan penindakan akan menyasar sejumlah pasar tradisional. Ini dilakukan karena dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan aktivitas di pasar tradisional. Dikhawatirkan kondisi ini akan mengabaikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

"Sasaran kegiatan adalah masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung yang tidak mengenakan masker atau tidak menjalankan protokol kesehatan selama di area pasar," ujar Sarjono, usai mengikuti apel di kantor Kecamatan Kramat Jati.

Targetkan PSBB Penghabisan, Anies Minta Masyarakat Makin Disiplin

Menurutnya, para pelanggar yang terjaring akan dikenai sanksi kerja sosial dan administrasi seperti menyapu area pasar, membersihkan tempat ibadah, menyanyikan lagu nasional, melakukan peraturan baris berbaris (PBB) dan sanksi sosial lainnya.

Sedangkan bagi pelanggar yang enggan dikenai sanksi kerja sosial, bisa diganti dengan membayar sanksi denda administrasi dengan kisaran Rp 100 - 250 ribu yang akan disetorkan ke kas daerah.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3224 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2062 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye753 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye744 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye695 personDessy Suciati