You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemprov DKI Akan Bangun Pengolahan Air di Pulau Seribu
photo Doc - Beritajakarta.id

Empat Instalasi Air Bersih Dibangun di Pulau Seribu

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Jakarta tahun ini akan membangun instalasi pengolahan air (IPA) di empat pulau di Kepulauan Seribu.

Kalau bisa bulan Juni ini kita sudah kontrak sehingga ditargetkan selesai akhir tahun 2015

Dua IPA dengan kapasitas 900 meter kubik per hari akan dibangun di Pulau Harapan dan Kelapa. Dua IPA lagi dengan kapasitas 500 dan 250 meter kubik per hari dibangun di Pulau Panggang dan Pramuka.

Kepala Bidang Air, Tanah dan Air Bersih, Dinas Tata Air DKI Jakarta, Bawa Sarasa, mengatakan, pembangunan keempat IPA tersebut akan dimulai pertengahan tahun ini. "Kalau bisa bulan Juni ini kita sudah kontrak sehingga ditargetkan selesai akhir tahun 2015," ujarnya, Kamis (12/2).

4 Sungai Berpotensi Jadi Sumber Air Minum

Dikatakan Bawa, nantinya pembangunan IPA akan mengaplikasikan sistem tower dan jaringan. Dengan teknologi itu, diharapkan hasil pengolahan tidak hanya bersih, tapi juga bisa untuk diminum.

"Jadi sistem jaringan pipa-pipanya berkualitas seperti HSDP kapasitas air minum. Hasilnya kita harapkan bisa menjadi air minum untuk warga," katanya.

Bupati Kepulauan Seribu, Tri Djoko, mengatakan pembangunan instalasi air bersih di empat pulau tersebut tidak akan melibatkan pihak swasta. Setelah selesai dibangun, pengelolaannya akan diserahkan kepada Sudin Tata Air Kepulauan Seribu. Pembangunan IPA tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 20.000 jiwa penduduk di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

"Kami yakin IPA tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bersih 150 liter per orang per hari," ujarnya.

Syaiful Bahri (35), warga RT 02/03, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, mengaku senang dengan adanya rencana pembangunan IPA di wilayahnya. Sebab, selama ini warga kerap manadah air hujan atau membeli air kemasan dari daratan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Kalau musim penghujan kita bisa menadah air hujan. Tapi kalau musim kemarau terpaksa beli dari daratan," ucapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1371 personAnita Karyati
  2. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye979 personDessy Suciati
  3. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye807 personFakhrizal Fakhri
  4. Hujan Bakal Basahi Jakarta Hari Ini

    access_time28-01-2026 remove_red_eye744 personDessy Suciati
  5. Sudinhub Jaksel Tindak Parkir Liar di Jalan Ciledug Raya

    access_time28-01-2026 remove_red_eye740 personTiyo Surya Sakti
close