You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
15 Pegawai di Kantor Kelurahan Petamburan Sudah Dites Usap
photo Folmer - Beritajakarta.id

15 Pegawai di Kantor Kelurahan Petamburan Sudah Dites Usap

Tim Satgas Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat, bergerak cepat melakukan pelacakan (tracking) setelah Lurah Petamburan, Setianto dinyatakan positif COVID-19. Untuk tracking pada Rabu (18/11), sudah dilakukan swab test (tes usap) terhadap 15 pegawai di Kantor Kelurahan Petamburan.

Berupaya optimal untuk melacak aktivitas kontak

Kepala Puskesmas Kecamatan Tanah Abang, Sari Ulfa mengatakan, secara bertahap mereka yang pernah melakukan kontak dengan Lurah Petamburan dilakukan tes usap.

"Hari ini kami lakukan tes usap terhadap 40 orang, terdiri dari anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dan kader PKK setempat," ujarnya, Kamis (19/11).

46 RPTRA di Jakpus Telah Dibuka untuk Umum

Menurutnya, jumlah upaya pelacakan kasus COVID-19 tidak dipatok kepada 55 orang tersebut. Namun, dimungkinkan ditambah lagi jika ditemukan kasus baru. 

"Kami mendapat arahan agar tracking diperluas, satu orang bisa melebihi 30 orang. Jadi kita masih menunggu hasil tes usap yang sudah dilakukan," terangnya. 

Ia menambahkan,  hasil pemeriksaan tes usap terhadap 55 orang tersebut akan diketahui dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan. 

"Dalam beberapa hari ini, kami berupaya optimal untuk melacak aktivitas kontak Pak Lurah Petamburan agar dapat dilakukan penanganan cepat dan tepat," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1184 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati