You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Budidaya Binaan Sudin KPKP di Pulau Untung Jawa Panen 1,5 Ton Udang Vannamei
photo Suparni - Beritajakarta.id

Binaan Sudin KPKP Kepulauan Seribu Panen 1,5 Ton Udang

Pembudi daya binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan berhasil memanen udang jenis vannamei seberat 1,5 ton.

Menciptakan lapangan kerja 

Panen ini menjadi salah satu bukti sektor perikanan di Kepulauan Seribu, khususnya budi daya udang masih bisa tetap produktif meski di masa pandemi COVID-19.

Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Devi Riana Sumanthi mengatakan, sebagai pembudi daya udang binaan di Pulau Untung Jawa, PT Shrimp Farm Aquakultur (SFA) memiliki luas kolam budi daya udang laut sekitar 2 hektare.

50 Ton Ikan Kerapu Cantang Dipanen di Kepulauan Seribu

"Panen udang vannamei dengan berat 1,5 ton kali ini didapat dari satu kolam berukuran 1.891 meter persegi. Ini merupakan hasil penyebaran benih empat bulan lalu dengan ukuran 26-30 yang harga jualnya mencapai Rp 100 ribu per kilogram," ujarnya, Kamis (17/12).

Devi menjelaskan, selama pandemi ini sudah dilakukan tiga kali panen dengan jumlah mencapai 6,6 ton dari tebar benih sebanyak 604.800 ekor udang.

"Kita berharap, budi daya ini bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat dan produksinya terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11070 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1335 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1256 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye976 personBudhi Firmansyah Surapati