You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas KPKP Gelar Webinar Potensi Ekonomi di Balik Usaha Jamur
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Webinar Budi Daya dan Usaha Jamur

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengadakan webinar budi daya, pengolahan dan pemasaran jamur dengan tema "Potensi Ekonomi di Balik Usaha Jamur di Ibukota". Peserta webinar ini mencapai 206 orang dengan berbagai latar belakang dan lapisan usia.

Pasarnya cukup luas

Adapun sejumlah narasumber berkompeten dalam webinar ini yakni, CEO Tani Sehat Mandiri, Imelda Tarigan; CEO Simbions Farm, Sugih Mukti; dan CEO Jamur Halwa, Helmi Nurjamil.

Webinar ini juga menghadirkan petani jamur di Jakarta yaitu, Sadelih dari Kelompok Budidaya Jamur RW 10, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan Abdullah dari Kayu Besar Berseri, Cengkareng, Jakarta Barat.

200 Peserta Ikuti Webinar Tentang Kopi dan Barista

Adapun materi yang diberikan dalam webinar tersebut meliputi, budi daya, pengolahan, diversifikasi, dan pemasaran jamur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, pelaksanaan webinar ini bertujuan menyosialisasikan bahwa budi daya jamur bisa dilakukan di Jakarta. Terlebih, saat ini produk olahan jamur semakin beranekaragam dan permintaan pasar juga cukup tinggi.

"Kami ingin mengenalkan diversifikasi olahan jamur, jamur bukan hanya dimasak, ditumis atau dipepes. Ini bisa jadi peluang usaha untuk masyarakat dan pasarnya cukup luas," ujarnya, Rabu (10/3).

Eli menjelaskan, webinar ini juga menjembatani pelaku usaha restoran, khususnya restoran vegetarian dengan pembudidaya jamur di Jakarta.

"Permintaan terhadap jamur oleh restoran vegetarian tinggi. Mereka kesulitan mencari produk jamur yang bagus dan cepat untuk olahannya. Pasalnya, pengiriman dari luar daerah kerap terkendala waktu dan kualitasnya bisa menurun. Ini potensial untuk dikerjasamakan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati menambahkan, jamur termasuk jenis tumbuhan yang mengandung protein tinggi yakni, sekitar 27 persen per 100 gram, lebih tinggi dari kedelai.

Selain itu, jamur juga memiliki kandungan kalori tinggi, lemak tidak jenuhnya mencapai 72 persen namun non kolesterol dan kandungan kalorinya juga tinggi.

"Vegetarian yang ingin merasakan.menu makanan yang kandungan gizinya setara dengan daging bisa mengonsumsi jamur," ungkapnya.

Ia menambahkan, perawatan jamur juga termasuk mudah karena tidak perlu dilakukan intensif seperti budi daya sayuran.

"Cukup disemprot air aja untuk menjaga kelembaban. Budi daya jamur juga tidak perlu sinar matahari, untuk di Jakarta yang kesulitan budi daya sayuran alternatifnya bisa budi daya jamur," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1378 personAnita Karyati
  2. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye990 personDessy Suciati
  3. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye809 personFakhrizal Fakhri
  4. Hujan Bakal Basahi Jakarta Hari Ini

    access_time28-01-2026 remove_red_eye753 personDessy Suciati
  5. Sudinhub Jaksel Tindak Parkir Liar di Jalan Ciledug Raya

    access_time28-01-2026 remove_red_eye746 personTiyo Surya Sakti
close