You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengerjaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu di Lima Ruas Jalan Rampung
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Pengerjaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu di Lima Ruas Jalan Rampung

Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah merampungkan pengerjaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di lima ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan.

Kedua sisi jalan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pengerjaan SJUT di lima ruas jalan yang sudah tuntas 100 persen yakni di Jalan Mampang Prapatan dengan panjang 5,2 kilometer; Jalan Senopati sepanjang 2,8 kilometer; Jalan Suryo sepanjang 1,4 kilometer; Jalan Cikajang sepanjang 1,7 kilometer; dan Jalan Gunawarman sepanjang 1,9 kilometer.

"Sudah selesai total di kedua sisi jalan. Tahun kami menargetkan SJUT di tujuh tuas jalan di Jakarta Selatan rampung dikerjakan," ujarnya, Selasa (7/9).

Pembangunan SJUT di Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Cikajang Rampung

Hari menjelaskan, untuk pengerjaan SJUT di Jalan Kapten Tendean progresnya sudah mencapai 84,05 persen dari target sepanjang 4 kilometer. Sedangkan, di Jalan Wolter Monginsidi mencapai 80,19 persen dari target sepanjang 2,4 kilometer.

"Masih ada sisa pekerjaan dua ruas jalan yang sedang proses dan progresnya mencapai lebih dari 80 persen. Saya optimistis akhir tahun sudah selesai, sesuai target," terangnya.

Menurutnya, Dinas Bina Marga berkomitmen menyelesaikan pengerjaan sterilisasi ruas jalan di Ibukota dari kabel udara dengan dilakukannya proyek pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau ducting.

Pengerjaan SJUT ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada pembangunan agar Jakarta lebih rapi dan indah dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat. Selain itu, DKI Jakarta akan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam penyelenggaraan SJUT.

"Pelaksanaan pekerjaan SJUT ini bertujuan untuk merapikan sekaligus menata ulang infrastruktur jaringan utilitas dan fasilitas pejalan kaki di DKI Jakarta," bebernya.

Ia menambahkan, diperlukan penataan jaringan utilitas melalui cara yang sistematis dan terintegrasi di DKI Jakarta agar terwujud Jakarta yang lebih maju, modern, bersih dan indah serta layak huni atau livable city.

"Kami mohon maaf atas adanya ketidaknyamanan pengguna jalan selama proyek pengerjaan berlangsung. Kondisi ini hanya akan berlangsung sementara," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

    access_time10-09-2026 remove_red_eye1302 personFakhrizal Fakhri
  2. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye1050 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

    access_time12-09-2026 remove_red_eye953 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Konstruksi Ruang Multifungsi dan Entre Baru Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta Capai 23,52 Persen

    access_time10-09-2026 remove_red_eye881 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

    access_time14-09-2026 remove_red_eye765 personBudhi Firmansyah Surapati