You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakut Gelar Pengobatan Gratis
photo Suparni - Beritajakarta.id

Pemkot Jakut Gelar Pengobatan Gratis

Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) Kampung Rawa Bebek, Penjaringan yang pemukimannya berdekatan dengan Tol Gedong Panjang, mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Pemkot Administrasi Jakarta Utara yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang infrastruktur khususnya pengusahaan jalan tol.

Kami harapkan bantuan lebih diarahkan pada penataan kawasan kota layak anak dan bebas banjir

Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengapresiasi bantuan yang diberikan pihak swasta tersebut. Dirinya berharap, perusahaan swasta lainnya di Jakarta Utara juga menunjukan kepeduliannya kepada warga.

"Kami harapkan bantuan lebih diarahkan pada penataan kawasan kota layak anak dan bebas banjir," ujar Rustam di lokasi pengobatan gratis, Sabtu (28/3).

Musim Pancaroba, Waspada DBD & ISPA

Dikatakan Rustam, dengan total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebesar Rp 72 triliun pada tahun ini, menurutnya tidak mungkin seluruh program kegiatan masyarakat di seluruh wilayah bisa dipenuhi.

"Setiap pemerintahan pasti tidak bisa hanya mengandalkan anggaran wilayahnya sendiri, perlu peran serta para pengusaha untuk ikut membantu‎ program-program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1178 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati