You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Wilayah Pasar Rebo Mulai Steril dari Ranjau Paku
photo Nurito - Beritajakarta.id

Ranjau Paku di Wilayah Pasar Rebo Mulai Berkurang

Keberadaan ranjau paku di sepanjang Jl Raya Bogor dan Jl TB Simatupang, wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat ini semakin berkurang. Terbukti, dari operasi yang dilakukan personel Satpol PP dan Sudin Perhubungan, Senin (1/11), hanya ditemukan lima paku dan tiga baut tajam di jalan tersebut.  

Setiap hari kami lakukan operasi

Kasatpol PP Kecamatan Pasar Rebo, Muhammad Syarif mengatakan, saat awal operasi digelar pihaknya mendapatkan lebih dari dua ons ranjau paku serta skrup dan serpihan kaleng tajam.

"Setiap hari kami lakukan operasi, jumlah ranjau paku yang didapat semakin berkurang," tuturnya.

Penemuan Batu Bersejarah di Jl TB Simatupang akan Diteliti Lebih Lanjut

Syarif mengungkapkan, petugas gabungan melakukan operasi dengan menyusuri Jl Raya Bogor dan Jl TB Simatupang menggunakan dua kendaraan operasional. Sesekali mereka berjalan kaki menyisir Jl TB Simatupang, yakni dari simpang Jl Raya Condet hingga perempatan Pasar Rebo sambil menarik kayu sepanjang satu meter yang dipasang magnet.

"Sampai saat ini tidak ada aduan masyarakat soal ranjau paku. Mudah-mudahan, kawasan Pasar Rebo mulai steril dari ranjau paku. Kita juga akan rutin lakukan operasi," pungkas Syarif.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye7155 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1282 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1182 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye931 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pengelolaan Transportasi Laut Pulau Seribu oleh Transjakarta Dinilai Lebih Efisien

    access_time10-08-2026 remove_red_eye814 personDessy Suciati