You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
WALUBI DKI Adakan Webinar Jakarta Sadar Sampah
photo Yudha Peta Ogara - Beritajakarta.id

WALUBI DKI Adakan Webinar Jakarta Sadar Sampah

DPD WALUBI Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menggelar Webinar dengan tema "Sosialisasi Jakarta Sadar Sampah Dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Iklim Dalam Perspektif Agama Buddha". Kegiatan itu diikuti sekitar 50 audiens dari kalangan mahasiswa hingga Komunitas Buddha di wilayah DKI Jakarta.

Pengelolaan, pemilahan hingga daur ulang menjadi sangat penting untuk menjaga lingkungan dan kota bebas akan bahaya sampah

Narasumber Susi Andriani menyampaikan, pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di Jakarta, kota dengan kepadatan penduduk dan juga pemakaian barang-barang sekali pakai yang menimbulkan begitu banyak sampah. Hal itu menjadikan lingkungan tidak sehat hingga menimbulkan bencana banjir.

Disertai data, dia mengatakan, jarang masyarakat mengetahui risiko dari masalah sampah yang tidak dikelola dengan baik. Pemilahan dari sampah organik, daur ulang, B3, dan residu perlu dilakukan, tidak lupa pengelolaan. Sampah yang sudah terpilah dapat diambil untuk didaur ulang.

30 Satgas dan Satu Pompa Disiagakan di Jatinegara

"Tentunya Dinas Lingkungan Hidup DKI mendukung dan mengingatkan akan pentingnya pemilahan sampah dari setiap rumah tangga," ujarnya, Selasa (7/12).

Ketua DPD WALUBI Provinsi DKI Jakarta, Jandi Mukianto menjelaskan, sampah lingkungan dari sudut pandang agama Buddha berbahaya. Lingkungan merupakan hal penting untuk dibebaskan dari bahaya penyakit hingga bencana.

Menurut agama Buddha, pencemaran yang disebabkan penumpukan sampah adalah masalah yang berkenan dengan elemen bumi atau tanah, padat. Sudah menjadi kenyataan bahwa setiap hari berjuta ton sampah memenuhi dunia, begitu banyak manusia menghasilkan sampah yang kemudian dikubur di bumi atau tanah.

"Suatu kenyataan bahwa tanah mudah tercemari. Pengelolaan, pemilahan hingga daur ulang menjadi sangat penting untuk menjaga lingkungan dan kota bebas akan bahaya sampah," katanya.

Narasumber Artomo menjelaskan, mengelola sampah seperti halnya mengelola emas. Mengelola sampah dengan baik dan tepat akan berdampak baik pula pada diri dan lingkungan. Salah satu contohnya di Jakarta Selatan, terdapat sistem menukar sampah dengan pulsa, sembako, dan beberapa keperluan sehari-hari lainnya.

"Melihat kondisi Jakarta, diperlukan perhatian lebih dalam segi kebersihan, tidak hanya wacana, slogan, akan tetapi tindakan nyata dari berbagai lapisan masyarakat hingga komunitas. Bahwa menjaga lingkungan, mengelola sampah, mengurangi penggunaan barang-barang yang menimbulkan sampah akan berdampak baik kepada lingkungan yang bersih dan sehat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3249 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2872 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1620 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1440 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1204 personFolmer