You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 179 Peserta Ikuti Webinar Pramuka Peduli Ketahanan Pangan
photo Suparni - Beritajakarta.id

179 Peserta Ikuti Webinar Pramuka Peduli Ketahanan Pangan

Sebanyak 179 peserta mengikuti Webinar Saka Taruna Bumi Tahun 2021 kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pertanian RI yang mengangkat tema "Pramuka Peduli Ketahanan Pangan Melalui Saka Taruna Bumi".

Saka Taruna Bumi berperan sangat signifikan dalam memajukan pertanian

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti mengatakan, upaya menjaga ketahanan pangan juga perlu melibatkan banyak stakeholder, termasuk Pramuka sebagaimana arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

"Saka Taruna Bumi berperan sangat signifikan dalam pembangunan pertanian. Kita harus mempertahankan kondisi ekonomi kita dengan terus membangun dan menjaga ketahanan pangan nasional. Saya berharap Saka Taruna Bumi Provinsi DKI Jakarta ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (30/12).

Yuk Ikut Webinar Pramuka Peduli Ketahanan Pangan

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas KPKP, Mujiati menjelaskan, Saka Taruna Bumi yang terdiri dari lima krida juga dibina Dinas KPKP. Rinciannya, Bidang Pertanian Dinas KPKP mewadahi Krida Tanaman Pangan, Krida Tanaman Hortikultura dan Krida Tanaman Perkebunan.

"Untuk Bidang Perikanan Dinas KPKP mewadahi Krida Perikanan, serta Bidang Peternakan mewadahi Krida Peternakan," terang Mujiati yang juga menjabat Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP.

Menurutnya, Dinas KPKP DKI Jakarta memiliki beberapa program yang dapat diikuti oleh anggota Pramuka DKI Jakarta. Sehingga, bagia siapa saja dapat bergabung untuk memberikan kontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan melalui Saka Taruna Bumi.

"Pengembangan Pertanian di DKI Jakarta sangat unik dan menjadi daya tarik sendiri karena perlu inovasi menyikapi keterbatasan lahan. Kami ingin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, khususnya untuk keluarga dalam rangka membantu mewujudkan ketahanan pangan di DKI Jakarta," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua  Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarda Pramuka DKI Jakarta, Ratiyono berharap, setelah dilakukan kegiatan webinar ini akan ada tindak lanjut dengan berinsiatif melakukan kegiatan secara offline. Sehingga, informasi atau pengetahuan yang sudah didapat bisa dipraktikkan.

"Saya ingin, Pramuka di Jakarta ke depan dapat terlibat aktif dan menjadi motor pertanian perkotaan demi mewujudkan ketahanan pangan di Ibukota," tandasnya.

Untuk diketahui, webinar yang berlangsung Rabu (29/12) tersebut juga diikuti peserta dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jambi hingga Papua.

Hadir sebagai narasumber yakni, Ahmad Fahrizal, Petani Alpukat Cipedak, sekaligus Saka Taruna Bumi Jakarta Selatan; Witri dari Taman Wisata Lebah dengan materi Budidaya Lebah Trigona; dan Harli Fransulanonda selaku Penyuluh Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Utara dengan penyampaian materi mengenai Budidaya Ikan dalam Ember sebagai alternatif budidaya ikan di perkotaan.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini diberikan e-Sertifikat secara gratis dan doorprize bagi lima penanya terbaik berupa paket suvenir yang berisi voucher edukasi lebah dan hexagonal madu multiflora dari PT Madu Pramuka serta sarana produksi pupuk dari PT Pasifik Asia Niaga.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2902 personAnita Karyati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye2044 personNurito
  3. Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

    access_time20-10-2026 remove_red_eye1734 personAnita Karyati
  4. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1696 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1679 personNurito