You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki : Banyak PHL Palsu Tuntut Gaji
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Sebelum Bayar Gaji, Ahok Minta Data PHL Monas

Puluhan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang bertugas membersihkan kawasan Monas, Jakarta Pusat, mengeluh karena hingga saat ini belum menerima gaji dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menanggapi persoalan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, jumlah data PHL saat ini masih banyak yang dimanipulasi.

Pertanyaan saya, ini pegawai bener gak? Karena juga banyak mandor, ini jangan-jangan mulai ribut ketika pembagian rejeki nggak merata

Alhasil, banyak oknum yang tidak bekerja sebagai PHL, tapi menuntut pembayaran gaji.

"Masih ingat kasus PHL di PU Tata Air. Mereka bilang di setiap wilayah ada 500 orang, ada 2.500 orang. Dulu saya tahan, ribut tidak gajian, demo semua yang jaga pintu air. Memang ada yang asli tidak dibayar gaji, tapi banyak juga yang palsu. Saya minta data pekerja, tapi dua bulan tidak ada. Artinya, ini nama - nama fiktif," ujar Basuki di Balaikota, Jakarta, Jumat (10/4).

350 PHL Kebersihan Monas Terima Gaji

Menurut Basuki, banyak PHL yang nama-namanya fiktif dan saat ini ikut berteriak karena belum menerima gaji. "Pertanyaan saya, ini pegawai bener gak? Karena juga banyak mandor, ini jangan-jangan mulai ribut ketika pembagian rejeki nggak merata," tutur mantan Bupati Belitung Timur ini.

Basuki pun memaksakan agar menyerahkan nama PHL yang bekerja di Monas untuk diserahkan seperti di Dinas Kebersihan DKI. "Saya paksakan nama seperti kemaren kebersihan, dia bilang ada 20.000 lebih nama. Saya minta, hanya 10.000 saja ngambil nama pegawai swasta. Gila kan? Berarti selama ini ada penipuan dong," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Basuki, pihaknya menerapkan sistem pembayaran gaji pegawai melalui transfer bank.

Namun, banyak PHL palsu malahan meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) terkait nasib mereka. "Saya tantang, LBH kalau mau bantu silahkan. Sudah pintar semua. Ini sudah main politik nih. Jadi ini sama maling teriak maling terjadi di Jakarta," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

    access_time19-02-2026 remove_red_eye6150 personNurito
  2. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye3792 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

    access_time21-02-2026 remove_red_eye3024 personNurito
  4. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye2954 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

    access_time21-02-2026 remove_red_eye1561 personFolmer