You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penanganan Pohon Tumbang di Jaktim Ditarget Rampung Besok
photo Nurito - Beritajakarta.id

Penanganan 12 Pohon Tumbang di Jaktim Kelar Hari Ini

Penanganan 12 pohon yang tumbang dampak hujan deras dan angin kencang di wilayah Jakarta Timur, Selasa (8/3) sore lalu,  diperkirakan selesai, Sabtu (12/3) hari ini.

Rata-rata pohon tumbang berdiameter 25-100 sentimeter

Kasi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Atang Setiawan mengatakan, dalam penangan pohon tumbang ini pihaknya mengerahkan sembilan personel yang dibantu petugas Satgas dari  Kecamatan Ciracas, Cipayung dan Pasar Rebo.

“Penanganan pohon tumbang masih terus berlanjut dan ditargetkan rampung hari ini. Karena jumlahnya cukup banyak dan ada yang berukuran besar, sekitar 85 sentimeter dan 100 sentimeter,” kata Atang, Sabtu (11/3).

Personel Gabungan Atasi Pohon Tumbang di Pekayon

Dalam penanganan pohon tumbang ini, lanjut Atang, pihaknya juga mengerahkan satu unit crane dan satu unit mobil tangga. Ini untuk penanganan pohon Kedondong berdiameter 85 sentimeter yang tumbang di Jl Kiwi, Kelapa Dua Wetan, Ciracas dan Pohon Kapuk berdiameter satu meter yang tumbang di dekat jembatan tol Kelurahan Munjul.

Menurut Atang, 12 jenis pohon tumbang di Jakarta Timur ini antara lain Pohon Sepatu Dea, Gelodogan, Beringin, Angsana, Mahoni, Tabebuya, Albasia, Pete, Tanjung dan Pohon Jati.

"Rata-rata pohon tumbang berdiameter 25-100 sentimeter," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11299 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1344 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1283 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1278 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye990 personBudhi Firmansyah Surapati