You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Air Kali Mokeevart Tercemar Limbah
photo Devi Lusianawati - Beritajakarta.id

Air Kali Mookervart Tercemar Limbah Pabrik

Kalau dilihat dari kondisi airnya memang telah tercemar, tapi harus dicari tahu dimana asalnya

Kondisi air Kali Mookervart di Jakarta Barat, akhir-akhir ini makin memprihatinkan. Selain warnanya makin hitam pekat, air tersebut juga menebarkan aroma tidak sedap.

Ahok Akan Penjarakan Pembuang Limbah di Kali Mookervart

Kuat dugaan makin tercemarnya air Kali Mookervart lantaran sejumlah pabrik membuang limbahnya ke kali tersebut. Saat ini kondisi kali juga makin dangkal oleh endapan lumpur.

“Kalau dilihat dari kondisi airnya memang telah tercemar, tapi harus dicari tahu dimana asalnya. Karena kali tersebut melintasi Tangerang, Kalideres dan Cengkareng,” jelas Ali Maulana, Camat Cengkareng, Selasa (14/4).

Ali mengakui, di wilayahnya, tepatnya di Kelurahan Kedaung Kaliangke berdiri tiga pabrik, antara lain memproduksi sirup, baterai dan cat.

Meski begitu, menurut Ali, ketiga pabrik tersebut telah memiliki sistem Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) yang baik.

Dihubungi terpisah, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat, Henry Dunant mengungkapkan, diperlukan tes terhadap air kali tersebut untuk mengetahui berapa besar tingkat pencemarannya.

Namun sayangnya, kata Henry, pihaknya belum memiliki alat tes air. Pasalnya untuk pembelian, pihaknya masih menunggu pencairan APBD 2015.

“Untuk saat ini kami belum memiliki alat jadi masih harus menunggu anggaran keluar dulu,” jelas Henry.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1179 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1154 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye938 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye920 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye842 personBudhi Firmansyah Surapati